Sunday, February 28, 2010

VISI DAN MISI

VISI

VISI Dinas Pekerjaan umum Kabupaten Purbalingga untuk periode tahun 2006-2010 yaitu : TERWUJUDNYA SARANA DAN PRASARANA PELAYANAN BIDANG PEKERJAAN UMUM YANG MANTAP, BERSIH, EFESIEN DAN EFEKTIF.


MISI

Untuk mewujudkan VISI DPU Kabupaten Purbalingga dalam kurun waktu lima tahun kedepan, maka RENSTRA tahun 2006 – 2010 DPU Kabupaten Purbalingga menetapkan MISI yang menjadi sasaran, sebagai berikut :

  1. Mewujudkan pelaksanaan tugas bidang ke PU an yang bersih, profesional, efisien, efektif dan akuntabel, transparan, aspiratif, demokratis serta berkelanjutan dengan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
  2. Mewujudkan kondisi sarana dan prasarana jalan / jembatan yang mantap dan berfungsi maksimal dalam melayani kebutuhan barang dan Penumpang.
  3. Mewujudkan kondisi sarana dan prasarana pelayanan kesehatan lingkungan dan permukiman yang mantap dan layak sesuai dengan tata ruang dan tata bangunan yang serasi , tertib , sehat dan aman di wilayah perkotaan mau-pun di wilayah pedesaan.
  4. Mewujudkan sarana dan prasarana pengairan yang mantap dan berfungsi maksimal melayani kebutuhan masyarakat akan air irigasi serta memelihara kelan-caran dan ketertiban pendayagunaan sumber daya air.
  5. Mewujudkan kondisi kawasan perkotaan, kawasan perdagangan umum, kawasan transit transportasi umum , kawasan olah raga/ hiburan umum dan kawasan pertamanan serta hutan kota yang bersih , sejuk , indah dan nyaman, dan
  6. Mewujudkan penyelenggaraan, pengembangan dan pengendalian pengelolaan pemanfaatan energi dan sumber daya mineral, air bawah tanah, migas penerangan jalan umum dan ketenagalistrikan secara efektif dan efisien.


TUGAS POKOK DAN FUNGSI

TUGAS POKOK DPU :
Melaksanakan kewenangan Otonomi Daerah dalam rangka pelaksanaan tugas desentralisasi di bidang Pekerjaan Umum berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Bupati.

FUNGSI DPU :

  1. Perumusan kebijakan teknis dibidang Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral;
  2. Perumusan rencana pengembangan dan penetapan program kerja dibidang Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral;
  3. Pelaksanaan program kerja dibidang Pekerajaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral;
  4. Pemberian perizinan atau rekomendasi perizinan dibidang Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral;
  5. Pelaksanaan pelayanan umum dibidang Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral;
  6. Pembinaan pelaksanaan tugas dibidang Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral;
  7. Penyuluhan dibidang Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral;
  8. Pengawasan dan pengedalian teknis di bidang Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral;
  9. Pengawasan dan pengendalian teknis dibidang Kebinamargaan, Keciptakaryaan, Pengairan, Kebersihan serta Energi dan Sumber Daya Mineral;
  10. Pembinaan terhadap UPTD dalam lingkup tugas;
  11. Pelaksanaan Tata Usaha Dinas;
  12. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati.
x, forex, forex, forex, forex, forex, forex, forex, forex, forex, forex, forex, forex, forex, forex trading,

STRUKTUR ORGANISASI




Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purbalingga keberadaanya sebagai satuan kerja perangkat daerah dibidang pekerjaan umum ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor : 15 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Purbalingga. Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purbalingga, terdiri dari:

1. Kepala Dinas

2. Sekretariat ,meliputi :

  • Sub Bagian Keuangan
  • Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi
  • Sub Bagian Umum

3. Bidang Bina Marga meliputi :

  • Seksi Prasarana Jalan
  • Seksi Prasarana Jembatan

4. Bidang Pengairan meliputi :

  • Seksi Pengelolaan Sumber Daya Air
  • Seksi Prasarana Pengairan

5. Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang meliputi :

  • Seksi Tata Ruang dan Perumahan
  • Seksi Prasarana dan Penyehatan Lingkungan

6. Bidang Kebersihan meliputi :

  • Seksi Kebersihan
  • Seksi Pengelolaan Sampah

7. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral meliputi :

  • Seksi Geologi dan Mineral
  • Seksi Pemanfaatan Energi
8. Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD ) ,meliputi :

a. UPTD Purbalingga / Wilayah I terdiri :
  1. Kecamatan Purbalingga
  2. Kecamatan Kalimanah
  3. Kecamatan Padamara
  4. Kecamatan Kutasari
  5. Kecamatan Bojongsari
b. UPTD Bukateja / Wilayah II terdiri :
  1. Kecamatan Bukateja
  2. Kecamatan Kaligondang
  3. Kecamatan Kejobong
  4. Kecamatan Kemangkon
c. UPTD Bobotsari / Wilayah III terdiri dari :
  1. Kecamatan Bobotsari
  2. Kecamatan Karangreja
  3. Kecamatan Karangjambu
  4. Kecamatan Mrebet
  5. Kecamatan Karanganyar
d. UPTD Rembang / Wilayah IV terdiri dari :
  1. Kecamatan Rembang
  2. Kecamatan Karangmoncol
  3. Kecamatan Kertanegara
  4. Kecamatan Pengadegan
9. Kelompok Jabatan Fungsional

Pelaksanaan kewengan tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purbalingga ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga nomor: 15 tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Purbalingga.


Friday, January 8, 2010


Purbalingga – Untuk mengenang sosok pahlawan nasional asal Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Usman Janatin, Pemkab setempat akan mengabadikannya sebagai nama taman kota. Pemberian nama itu sekaligus sebagai upaya mengenang nama pahlawan asal Purbalingga yang gugur di Singapura dengan cara digantung. Rencananya taman kota yang semula eks lahan pasar kota tersebut akan diresmikan pada bulan Maret 2010.
Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi sasongko, M.Si mengatakan, pemilihan nama Usman Janatin karena dianggap sebagai sosok yang gigih dalam membela nama bangsa Indonesia pada masa Dwikora. ”Nama sosok pahlawan nasional ini memang tidak banyak dikenal masyarakat luas, bahkan di buku-buku pelajaran sekolahpun jarang diulas tentang kiprah kepahlawanan Usman Janatin. Dibalik itu semua, sejatinya Usman janatin adalah putra kelahiran Dusun Tawangsari, Desa Jatisaba Kabupaten Purbalingga, yang gugur ketika tahun 1968 dengan cara digantung di Singapura,” kata Bupati Triyono, Selasa (5/1).
Usman Janatin, lanjut Triyono, merupakan prajurit KKO (Korps Komando Operasi; kini disebut Marinir) Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia. Usman meninggal di Singapura, 17 Oktober 1968 pada umur 25 tahun. Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama Harun, ia dihukum gantung oleh pemerintah Singapura pada Oktober 1968 dengan tuduhan meledakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada 10 Maret 1965. ”Saya kira tidak berlebihan jika nama pahlawan asal putra Purbalingga tersebut diambil sebagai nama taman kota,” ujar Bupati Triyono.
Sementara itu secara terpisah, Kabag Pembangunan Drs Suroto, M.Si mengatakan, pembangunan tahap I taman kota selesai pada bulan Desember 2009 lalu. Pemkab menyiapkan dana sekitar Rp 5,2 miliar untuk pembangunan taman kota, yang dialokasikan di APBD tahun 2009 dan APBD Perubahan tahun yang sama.
”Taman tersebut berada di lahan eks eks Pasar Kota yang memang didayagunakan untuk kepentingan masyarakat. Pengembangan diarahkan untuk mendukung aktivitas sosial masyarakat Purbalingga berupa pusat rekreasi dan hiburan kota (urban leasure) dan fasilitas hotel/penginapan yang representatif,” kata Suroto.
Fasilitas yang dibangun pada taman kota meliputi open space (ruang terbuka hijau) seluas 12.826 m2, pusat jajan serba ada (pujasera) 681 m2, stage amphitheatre (panggung seni) seluas 122 m2, entertainment centre seluas 792 m2, dan hotel dengan luas 1.536 m2. Fasilitas taman kota yang meliputi ruang terbuka hijau, pujasera, panggung seni, dan entertainment centre dbangun dengan anggaran APBD, sedangkan pembangunan hotel akan dibangun melalui kerjasama dengan pihak investor.
”Anggaran untuk taman kota tahap pertama dari APBD tahun 2009 Rp 3.785.661.000, dan tahap kedua melalui APBD Perubahan tahun 2009 sebesar Rp 1.300.000.000,” jelas Suroto. (y)

Thursday, December 10, 2009

STSTISTIK DPU 2009


Pembangunan yang dilaksanakan di setiap Daerah tidak lain
dimaksudkan untuk mewujudkan perubahan yang direncanakan
melalui upaya sistematis dan berkelanjutan menuju peningkatan
kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat baik lahir maupun
batin. Begitu pula pelaksanaan pembangunan di Pemerintah
Kabupaten Purbalingga adalah dalam rangka mewujudkan visi dan
misinya.
Pelaksanakan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah
Kabupaten Purbalingga selama ini selain menghasilkan kemajuankemajuan
namun juga tidak terlepas dari permasalahanpermasalahan.
Kompleksitas permasalahan pembangunan serta
adanya pergeseran standar atau ukuran mengenai kualitas hidup
dan kesejahteraan yang ingin diwujudkan atau diharapkan
masyarakat menyebabkan upaya peningkatan kuantitas dan kualitas
pembangunan menjadi suatu proses yang tidak pernah selesai.
Berkaitan dengan hal tersebut untuk dapat mewujudkan tujuan
pembangunan Kabupaten Purbalingga sesuai dengan misinya yaitu

Purbalingga yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan
berakhlak mulia, maka berbagai permasalahan yang ada senantiasa
untuk dapat diatasi bersama melalui berbagai upaya pembangunan
secara bersinergi dan berkelanjutan.
Dalam implementasi otonomi daerah, pembangunan
infrastruktur menuntut perhatian yang serius, terutama karena
beberapa alasan. Antara lain : Pertama, fungsinya yang sentral
bagi semua stakeholders. Kedua, merupakan sarana dan prasarana
yang mutlak bagi aktivitas pembangunan pada bidang-bidang yang
lain. Ketiga, membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Keempat,
pengembangan daerah yang mengacu konsep pembangunan yang
moderen, berwawasan lingkungan, berkelanjutan, manusiawi,
efektif dan efisien, adalah sangat memerlukan kesiapan baik
konsep, visi, manajemen, komitmen dan kemauan yang keras dari
para steakholder dan pengambil kebijakan.
Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purbalingga sebagai salah
satu satuan kerja perangkat daerah pada Pemerintahan Kabupaten
Purbalingga akan terus ambil bagian dalam pelaksanaan
pembangunan guna mendorong terwujudnya visi dan misi Kabupaten

Purbalingga, yang penyelenggaraannya dikelola berdasarkan skala
priotitas sesuai dengan tingkat urgensi dan pengaruhnya terhadap
pencapaian sasaran dan tujuan pembangunan daerah serta dana
yang tersedia.


Friday, December 4, 2009

DPU Stop Proyek yang Tak Sesuai Standar

PURBALINGGA (KR) - Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten (DPUK) Purbalingga mengeluhkan banyaknya rekanan pelaksana proyek-proyek DPU yang mengabaikan kualitas pekerjaan. Karenanya, DPU bertindak tegas dengan menghentikan pekerjaan proyek sampai rekanan memenuhi standar yang sudah direncanakan. “Keterlambatan proyek-proyek di PU lebih disebabkan karena rekanan yang telat. Sehingga pihaknya memberlakukan sanksi tegas dengan menerapkan denda lima persen dari nilai proyek,” Kepala DPU Kabupaten Purbalingga Susilo Utomo menuturkan kepada KR di ruang kerjanya, Sabtu (13/1).


Alasan keterlambatan proyek bagi kontraktor karena dalam pengadaan bahan bangunan, mereka juga tergantung stok dari pihak lain. Seperti besi cor dan aspal yang semuanya tergantung dari produsen.

Diungkapkan Susilo, DPU lebih mengutamakan kualitas pekerjaan ketimbang proyek tersebut selesai sesuai tanggal yang direncanakan tetapi kualitasnya tidak sesuai dengan planing dalam pemakaian material maupun komposisinya.

Disinggung banyaknya kegiatan yang diserahkan langsung ke tingkat desa, Susilo mengaku tidak masalah karena tujuan utama dari pemkab untuk memberdayakan masyarakat desa. Namun untuk pekerjaan yang kelasnya besar dan berat tetap ditangani PU. Karena di tingkat desa belum mampu menangani masalah perencanaan dan konstruksi seperti jembatan dan lainnya.

Meski demikian pihaknya membuka kesempatan bagi desa yang mengalami kesulitan teknis untuk berkonsultasi dengan DPU. Karena pada dinasnya telah memiliki personil yang bertugas selaku konsultan perencanaan maupun konsultan pendamping.

Pada kesempatan yang sama Susilo menuturkan, sedikitnya tiga pintu air saluran irigasi Banjar Cahyana hilang dicuri. Akibat hilangnya pintu air yang terbuat dari baja tersebut, pasokan air di wilayah yang selama ini dialiri air dari sungai Serayu, seperti areal pertanian di Bukateja, Kejobong dan Kemangkon akan terganggu. “Harga satu unit pintu air hanya Rp 1 juta. namun hal yang lebih penting adalah terganggunya sistem buka-tutup air di wilayah tersebut, ujar Susilo.

Di samping hilangnya 3 buah pintu air, pada saluran Banjar Cahyana juga terdapat kerusakan-kerusakan akibat tanggul dijebol untuk keperluan kolam ikan. Kerusakan dalam saluran irigasi juga menimpa saluran irigasi di desa Pegandekan kecamatan Kemangkon. Khusus untuk irigasi Pegandekan dibutuhkan dana Rp 2 miliar, dan dana tersebut sedang diusulkan ke pemerintah pusat. (Rus)(http://www.purbalinggakab.go.id)

Dharma Wanita DPU Purbalingga Sabet Juara I Lomba Cipta Menu

Purbalingga (Derap Perwira). Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga bekerjasama dengan Bagian Perekonomian Setda Purbalingga Selasa (5/8) mengadakan lomba cipta menu pangan lokal beragam, bergizi, seimbang dan aman berbasis sumber daya wilayah di Pendopo Dipokusumo yang diikuti 28 peserta.

Drs. Agus Winarno selaku Ketua panitia mengatakan tujuan diadakannya lomba tersebut, untuk menggali potensi kepiawaian para ibu rumah tangga guna memanfaatkan bahan yang ada disekitar untuk menjadi bahan makanan yang tidak kalah dengan bahan yang sudah biasa disajikan setiap harinya. Oleh karena itu diupayakan ada inovasi dalam mengolah dan menyajikan makanan yang berbahan lokal. Selain itu juga, dari segi keamanan juga menjadi prioritas utama, sehingga orang yang akan makan tidak timbul rasa was-was.

Dikatakan Agus, selain perwakilan dari 18 Tim Penggerak PKK tingkat Kecamatan juga diikuti oleh 10 peserta dari Organisasi Wanita lainnya."Kita juga melibatkan juri profesional yang sudah terbiasa menanggani hal tersebut, sehingga tidak ada unsur KKN" kata Agus

Titin Sulistiwati salah satu juri kepada Derap Perwira menuturkan jika lomba cipta menu yang berbasis bahan lokal memang perlu ditingkatkan lantaran saat ini kecenderungan masyarakat kita kurang begitu memahami bahwa disekitar kita juga banyak tersedia bahan pangan." Hanya saja perlu ada sentuhan sehingga makanan yang kita olah masih ada nilai gizinya," tutur Titin

"Sebagai juara satu direbut dari persatuan Dharma Wanita DPU Purbalingga dengan secor 80,50 yang menyisihkan 17 peserta lainnya, pihaknya juga merasa binggung ketika menentukan juara, karena peserta sudah cukup bagus, dalam mengolah dan menyajikan makanan" imbuhnya

Drs Subeno MM dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara yang sudah berinisiatif mengadakan lomba cipta menu,selain menggali potensi yang ada juga hal tersebut memupuk rasa cinta akan produk lokal. (ries)(http://www.purbalinggakab.go.id)

Sejumlah Proyek Belum Sesuai Target

PURBALINGGA – Sejumlah pekerjaan proyek yang dibiayai dari APBD murni dan APBD Perubahan 2009 belum sesuai target yang diharapkan. Proyek-proyek tersebut seperti pembangunan Purbalingga city Park, jembatan Kali Kijing, Auwning pasar Segamas, pembangunan talud pengaman SD Negeri Jingkang Karangjambu, dan sejumlah kegiatan DAK di Dinas Peternakan dan Perikanan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bagian Pembangunan Setda Drs Suroto, M.Si dalam rapat Koordinasi Pengendalian Operasional kegiatan/Rakor POK ke-III Semester II tahun anggaran 2009 di ruang Ardi Lawet Setda, Senin (9/11).
Dikatakan Suroto, selain sejumlah proyek kegiatan yang belum sesuai target, juga ada pekerjaan yang terpaksa harus ditunda. Pekerjaan tersebut yakni pembangunan tugu bancar tahap I. Penundaan ini akibat gagal lelang sehingga tidak cukup waktu untuk melaksanakan apabila dilelang ulang pada tahap II.
“Sejumlah pekerjaan lain juga harus dikebut karena hanya memiliki masa pelaksanaan selama 75 hari atau bahkan 45 hari kalender. Pekerjaan dimaksud meliputi pembangunan SD Negeri Purbalingga Kidul, gedung museum artefak dan wayang Kutasari,” kata Suroto.
Dibagian lain Suroto merinci, pada tahun anggaran 2009, dari total APBD murni dan APBD Perubahan sebesar Rp 796 milyar, diantaranya dipergunakan untuk belanja fisik ke-PU-an sebesar Rp 168,6 milyar. Dana sebesar ini untuk membiayai 228 kegiatan yang tersebar pada 12 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Sedang dana dekonsentrasi tugas pembantuan sebesar Rp 67,8 milyar dipergunakan untuk membiayai 37 kegiatan yang tersebar pada 8 SKPD.
“Secara umum prestasi capaian pekerjaan ke-PU-an menunjukan perkembangan yang menggembirakan sesuai penjadwalan dan target yang ditetapkan. Namun, sejumlah pekerjaan masih perlu dipacu untuk menghindari keterlambatan pelaksanaan pekerjaan,” kata Suroto.
Sementara itu Sekda Drs H Subeno meminta, pekerjaan yang dibiayai dari APBD 2009 harus selesau secara paripurna, tidak ada yang terlambat, apalagi tidak selesai baik menyangkut capaian fisik maupun penatausahaan kegiatan. “Pelaksanaan pekerjaan tetap harus mengedepankan aspek-aspek efisiensi, efektifitas, tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran, tepat volume serta didukung dengan tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku,” pinta Subeno. (y)(http://www.purbalinggakab.go.id)

Menggarap Proyek Jangan ‘Kemrungsung’

Purbalingga - Para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Purbalingga, diminta mengupayakan ketepatan waktu dalam melaksanakan kegiatan pembangunan yang menjadi tanggungjawabnya. Jangan mengulur-ulur waktu sampai mendekati akhir tahun, yang akhirnya mengerjakannya terburu-buru atau ‘kemrungsung’.

Harapan itu disampaikan Sekda Purbalingga Drs Subeno MM, saat memimpin rapat koordinasi pengendalian operasional kegiatan (Rakor POK) khusus ke-PU-an Kabupaten Purbalingga tahun anggaran 2009, di ruang Ardi Lawet, Kamis (6/8). Rakor POK yang difokuskan pada kegiatan bersifat fisik ke-PU-an itu diawali laporan Kabag Pembangunan Setda Purbalilngga, Drs Suroto MSi.

“Dalam melaksanakan kegiatan pembangunan, jangan kalau waktunya sudah mepet. Nanti ada lebaran, ada hari jadi Kabupaten Purbalingga, dan sebagainya. Akan menjadi lain lagi permasalahannya. Artinya banyak kegiatan lain. Kalau sudah mepet-mepet akhir tahun, akhirnya ‘kemrungsung’, kesusu,” katanya menghimbau.

Kalau dalam melaksanakannya ‘kemrungsung’, menurut Subeno, bisa berpengaruh pada mutu pekerjaan, bisa berpengaruh pada volume, bisa berpengaruh pada adminitrasi yang belum lengkap, dan sebagainya. Yang ujung-ujungnya nanti bisa berpengaruh pada manfaat, dan kepercayaan. Karena itu harus diupayakan melaksanakan pekerjaan bisa selesai tepat waktu, dan sebagainya.

“Ora wurung, kalau ada permasalahan, yang dinilai tidak becus ya kita jajaran pelaksana. Ya termasuk tentunya saya, sebagai pengendali pembangunan di Kabupaten Purbalingga. Tapi saya berterima kasih atas semua informasi yang telah disampaikan pimpinan SKPD. Secara umum menggembirakan, dan harapannya jangan sampai terlambat,” katanya berharap.

Kabag Pembangunan Setda Purbalingga Suroto, mengatakan APBD Kabupaten Purbalingga 2009 untuk kegiatan ke-PU-an sebanyak 270 kegiatan senilai Rp 103,1 miliar. Sedangkan kegiatan ke-PU-an yang mendahului APBD Perubahan 2009 sebanyak 22 kegiatan senilai Rp 10,9 miliar. Sehingga total kegiatan ke-PU-an sebanyak 292, dengan anggaran Rp 114 miliar lebih.

“Khusus Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Purbalingga, APBD murni untuk 114 kegiatan, senilai Rp 76,3 miliar. Ditambah yang menggunakan anggaran mendahului APBD Perubahan 2009 sebesar Rp 87 miliar, untuk 135 kegiatan,” kata Suroto.

Menurut dia, berdasarkan laporan yang masuk ke bagian Pembangunan, sampai akhir Juni 2009 rata-rata realisasi fisik baru mencapai 22,49 persen, dari target yang ditetapkan 30,80 persen. Sedangkan realisasi keuangannya sudah mencapai 28,05 persen, dari target sebesar 28,05 persen.

“Yang non fisik, relatif tidak ada kendala. Seperti ATK, gaji pegawai, dan sebagainya. Justru yang fisik-fisik ini, yang harus kita kendalikan, supaya on time. Yang kita harapkan, ketika mau lebaran, fasilitas umum di perkotaan sudah menampakkan capaian yang signifikan. Sehingga masyarakat perantau yang pulang kampung, melihat Purbalingga sudah ada bedanya lagi,” katanya. (rd)(http://www.purbalinggakab.go.id)

Gelora Goentor Darjono Mampu Tampung 10 Ribu Penonton

Purbalingga – Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, Rabu (25/11) meresmikan penggunaan Gelanggan olah raga (Gelora) Goentoer Darjono. Gelora tersebut mampu menampung penonton hingga 10 ribu orang.

Peresmian ditandai dengan pembacaan Keputusan Bupati nomor 64 Tahun 2009 tentang Gelanggang Olah Raga Goentoer Darjono. Kemudian penandatangan prasasti, pembukaan selubung, dan pelepasan balon ke udara. Peresmian tersebut dimeriahkan dengan lomba lari antar pelajar se-eks Karesidenan Banyumas, pemecahan rekor MURI paduan suara terbanyak, dan apel besar pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia.

Bupati mengemukakan, pemberian nama Gelora Goentur Darjono dimaksudkan utuk mengenang kepemimpinan Bupati Purbalingga ke-17 yang memimpin Purbalingga antara tahun 1973 – 1979. Goentoer Darjono yang berasal dari TNI Angkatan Udara mampu meletakan sendi-sendi pembangunan ketika anggaran masih terbatas. Goentoer Darjono mampu membuka akses jalan hampir di seluruh wilayah Kecamatan di Purbalingga, kemudian membangun Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, membuka obyek wisata Goa Lawa , dan sejumlah prestasi lainnya.

Pada peresmian tersebut, kerabat keluarga besar Goentur Darjono ikut diundang untuk hadir menyaksikan peresmian. Dalam kesempatan tersebut keluarga Goentur Darjono juga memberikan prasarana pendukung berupa bola dan alat olah raga lainnya untuk mendukung olah raga di Purbalingga.

Sementara itu Kabag Pembangunan Setda Drs Suroto, M.Si mengatakan, Gelora Goentoer Darjono memiliki luas sekitar 81.426 meter persegi. Pembanguna gelora yang berlokasi di kelurahan Purbalingga Kidul menelan biaya Rp 12,5 milyar. Sarana pendukung antara lain lintasan atletik, lapangan sepak bola, tribun utama, tribun terbuka (area penonton), lampu penerangan dengan daya listrik 5.500 VA, bangunan tiketing, dan sejumlah fasilitas lainnya. (humas/y)(www.purbalinggakab.go.id)

Monday, August 24, 2009

National Suramadu Bridge Surabaya Relations and the Madura Island

National Suramadu Bridge Surabaya Relations and the Madura Island

Surabaya – National Suramadu Bridge that was declared by Republic of Indonesia President Susilo Bambang Yudhoyono last June 10 2009 had long 5.4 Kilometer. Suramadu Bridge connected between Surabaya and Madura was located in the East Java territory. The National Suramadu bridge territory will also be proposed to the special economic region, on Tuesday 21 July 2009.

National Suramadu Bridge was also built with supplies 300.000 ton special cement that was given by the Special Blended Cement name. Several big projects that had used the special cement product from Gresik Cement, including the Monas Pillar, Semanggi Bridge, Waduk Jatiluhur, Gelora Bung Karno, renovation of the Borubudur Temple, and Bridge of Tukad Batung Bali. This cement had, the characteristics kept against the sulphate and hot his hydration that was low, whereas his surplus was the concrete that was formed increasingly for a long time was increasingly strong and waterproof.

In the meantime, as a result of National Suramadu Bridge operated, around 8000 people lost the work, or were the unemployment; they were the worker in the Perak Cape port and the Kamal Tip.

National Suramadu Bridge was permitted for all the vehicle kind. However, to pass bridge along 5.4 kilometer this, the burden that was carried by the vehicle might not exceed 10 ton. The side of the bridge manager has installed the implement to measure heavy each vehicle. The implement of the burden gauge or weight in motion this was installed beside Madura and the Surabaya side. The implement took the form of the cable that in the pair in this road automatically will measure the burden of the vehicle when entering bridge. This implement had a function of controlling the security of bridge. This was carried out so that bridge not over the capacity.

There was the new news from water Police, Hundreds of irons from bridge suramadu was stolen was a part of bentang middle. Okky F Suryatama / Demotix

Friday, August 21, 2009

Program Fasilitasi and House Restoration To Impecunious Family.

- Operational PSPR GAKIN

Development Program, Make-Up of and Conservancy Prasarana, Medium of Social Services and Economic and also Elementary Prasarana.

- Industrial Factory Development of Pre -Eminent Compost
- Rehabilitate the Market of Kejobong and Market Cadge the countryside Kejobong
- Market Repair Cadge The Countryside Kejobong
- Development of Market of Countryside of Kalikajar of Supporter Agropolitan
- Development of KIKU Mipiran of District Padamara
- Repair of Market of Town Purbalingga
- Development of Garden of Reptil Karangbanjar
- Renovate The Pool Fish The Karangbanjar
- Rehabilitate The Market Beji
- Rehabilitate The Animal Market of Effect Of Fire/Burning
- Compilation of DED of Stadium and GOR of Town Purbalingga
- Renovate The Market Compare The Supporter Agropolitan
- Development of Market of Animal Purbalingga
- Levying of Consultant of Management of Construction of Development of Town Market
- Development of Terminal of Bus Purbalingga;

Ready Program and Make-Up of Fisilitas Setlement and also Environmental settlement of Setlement.

- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Kejobong Kec. Kejobong
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Bojongsari Kec. Bojongsari
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Tejasari Kec. Kaligondang
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Sinduraja Kec. Kaligondang
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Karangcengis Kec. Bukateja
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Slinga Kec. Kaligondang
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Bojongsari Kec. Bojongsari
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Sokanegara Kec. Kejobong
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Karangjengkol Kec. Kutasari
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Dagan Kec. Bobotsari
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Langkap Kec. Kertanegara
- SIPAS of Sandalwood Countryside - Candiwulan – Pan The – Karangreja
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Nangkasawit Kec. Kejobong
- Clean Water Levying of SIPAS of Countryside Wellspring Deliberate The Kec. Kejobong
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Pangempon Kec. Kejobong
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Rajawana Kec. Karangmoncol
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Scene Kec. Scene
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Kertanegara Kec. Kertanegara
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Pepedan Kec. Karangmoncol
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside Panusupan
- Clean Water Levying of SIPAS of Wellspring of Countryside of Gunungkarang Kec. Bobotsari
- Development of Well of Diffusion of District kaligondang.

Ready Program and Make-Up Of Quality Prasarana, Medium And Common public Service System,

- Development of Public Health Service Building
- Building Extension On Duty Education
- Rehabilitate The Office of UPTD Wil. II Bukateja
- Rehabilitate The Office of UPTD Wil. III Bobotsari
- Development of Building of UPTD Wil. IV Apex
- Rehabilitate The House On Duty Regent Proxy
- Repair of Damage of bank of komplek SDN 2 Gunungwuled
- Development of Building DISPERTANHUT
- Development of Verandah of ancient palace and office of Sub-District of Office Karangsentul
- Rehabilitate the House On duty and Verandah Of Ancient Palace of District Kejobong
- Rehabilitate The House On Duty District Bobotsari
- Development of Warehouse of UPTD Wil. IV Apex
- Rehabilitate The House On Duty Apex District
- Renovate The Auditorium DPUK
- Rehabilitate The Office of District Kemangkon
- Rehabilitate The Building of PKK of District Kalimanah
- Installation of Partisi Public Health Service
- Development of Warehouse DPU
- Development of Laboratory DPU
- Development of Building DPKKD
- Development of Equipment of Building of DKK and Dispertanhut
- Development of Continuation of Office of Sub-District Karangsentul
- Development of Building BKD
- Compilation of DED of Development of Building KORPRI
- Compilation of DED of development of Building DPRD
- Rehabilitate The Building of BPL LKMD of District kalimanah.

Fundamental Duty of Cipta Karya

A. the Target Of Development of Facilities And Basic Facilities of Bidang Cipta Karya
- Improving the quality of society life the make-up of the quality of environmental facilities
and basic facilities settlement urban area and rural
- Setling planology systems the settlement, exploiting and area management
- Providing and looking after prasarana and service systems medium
B. Target of Development of Facilities And Basic Facilities of Bidang Cipta Karya Regional
planology Development Creation compatible and ideal Sub-Province
- The available of elementary facilities and basic facilities healthy settlement and facilities and
basic facilities of physical of education service, health and also adequate public commerce
- Creation condition of healthy settlement environment
- The looking after of condition and function of prasarana physical which woke up.

SIPAS (Clean Water Program)

Clean water represent the elementary requirement human life. For the area of which difficulty get the Governmental clean water strive ready clean water ready systems clean water modestly that is with searching wellspring, developing arrester basin irrigate the, receptacle and distribution pipe. For the wellspring of laid at lower, before distributed have to be pumped to receptacle above tower
Governmental Efficacy in fulfilling clean amount of water required very influenced by consumer society irrigate the itself. Society have to unionize the clean water consumer society to the ready conservancy prasarana the clean water. Governmental Thereby powered at the same time society to fulfill elementary requirement its life
Besides facing the problem of difficulty get the clean water dry season, the rains irrigate quickly emit a stream of above land;ground surface so that have potency cause the floods, whereas hard dry season get the water. For that require to be strived to pervasive rainwater as many as possible into land;ground. That thing to take care of the water resilience. Governmental urge to society to make the diffusion well below house roof-gutter
As sample to society, Governmental the of stimulan of development of diffusion well which this year have been executed District Kaligondang with the of stimulan Rp. 200.000,- to each development of diffusion well

PSPR GAKIN

To the number of house shack up with the insanitation generate the concern. Condition of the house besides is not balmy occupied also result the indisposed dweller because damp and less draught. Besides from cultural facet and courtesy also less for no partition off the room limiting parent activity from children
Sub-Province Purbalingga non rich sub-province so that Government can defray the house repair remain all impecunious resident exist in Purbalingga. More than anything else impecunious jumah resident many and spread over all countryside/ sub-district Region Purbalingga] whereas charges of development activity which must be accounted on a big Government also. But Government remain to commit to secure and prosperous impecunious society by fulfilling one of the its base requirement that is competent residence. for that needed breakthrough ably existing defrayal less competent impecunious family house can be restored. Government try powered society house repair remain the impecunious resident can be] by society self
The Program of Stimulan of Impecunious Family House Restoration ( Governmental PSPR-GAKIN) give the stimulan to society to the house repair remain to impecunious family around its residence
Society form the Executor Team ( Timlak) in each countryside in all Region of Sub-Province Purbalingga. the Executor Team muster the self-supporting fund from society as well as energy to execute the mutual assistance of house repair remain to impecunious family around its residence
summed uply fund stimulan from Government which not how, society can develop self fund for the restoration of impecunious family house. Thereby society can be powered theirs self, developing independence and its creativity. This activity also entangle the consultant pendamping for the construction of
Program PSPR_GAKIN have been executed since Year 2003. Until this 2006 program Year have made a success of the restoration to 7.328 house improper dwell the. Budget [released] from APBD of Sub-Province Purbalingga reach the Rp. 18.872.000.000,- while Year 2007 targeted a impecunious family house restoration counted 1.195 house with the fund allocation equal to Rp. 2.821.160.000,

Perkembangan Purbalingga

Recently fast growth Purbalingga enough. Facility newly in the form of physical plant many popping out. In the effort creating employment, Governmental even also cope to create the interesting climate to all investor. Hence woke up a infrastructure supporting economic activity
On the other hand activity that goes on at one particular room can generate the negative and also positive impact to other activity and or itself room. Thereby room have the compatibility potency between various activity, but also risk ketidakterpaduan one activity with the other activity
Pursuant to nature of room owning potency and limitation, hence needed settlement room exploiting earn optimal. In that room exploiting meaning can add the economic value but remain to bother the environmental continuity. Planology represent the room allocation as according to requirement every activity. Wide and location adapted for a activity placed
Planology in Purbalingga try to fulfill all importance in Purbalingga. As for important element activity exist in Purbalingga cover the : Housing, Public Facility, Commerce, Service, Industrial, White colars and Green Air-Gap
Growth is amount of resident result the increasing of requirement of residence, environmental facility and service the. Farm usage for the setlement of even also each;every moment increase. And so do environmental facility development, commerce place and white colars. With the existence of farm growth woke up hence decrease the farm for the air-gap of green. Needed a effort to control the farm usage Service activity, commerce and service spread over in all district Region Purbalingga. To center the governance located in Town Purbalingga. While District Governance there are Capital of District. For the service of elementary education SD / mi spread over each;every countryside / sub-district. service of Health Puskesmas there are all District. To be more draw near to access the health service society, hence each;every countryside / sub-district woke up a Center


By paying attention importance of food resilience striving continuity of agriculture farm, Governmental remain to try to draw the investor with the room allocation to industrial less fertile farm for the agriculture of that is in region Kemangkon
As for for the operation of activity execution as according to planology, hence each;every development both for executed by society and also Government have to have the Permission Found the Building or IMB obtained the Office of Service of Licensing and Invesment of Sub-Province Purbalingga.

Tugas Bidang Cipta Karya

Bidang Cipta Karya have the fundamental duty execute the preparation of policy formulation, co-ordinate the, construction and operation, technical tuition, observation, stipulating plan the settlement of healthy technical plan and room, management of physical plant of Local Government and House On duty

  © Blogger templates Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP